To have Plan or No? Who Care

Dalam kehidupan saya, banyak kejadian yang menimpa saya tidak lah sesuai dengan keinginan saya, yang terjadi bukanlah sesuatu yang saya rencanakan, itu barangkali ungkapan yang paling tepat.

Apakah saya merencanakan untuk bisa akhirnya berangkat ke Singapore dan kemudian ke Inggris? Nop. Bermimpi iya, merencanakan? Off course not. Who am I to make such as ambitious plan? I am nobody.

Lalu apakah semuanya mengalir bak air begitu saja? Gak juga sih. So, gak punya plan dan gak juga mengikuti bak air mengalir? Lalu gimana dong?

Saya jadi ingat tulisan sebelumnya soal paham takdir jabariyah dan qadhariyah, dimana saya penganut yang tengah tengah.

Saya cuma berusaha sebaik mungkin, dalam segala hal. The best I could.

Ngomong gampang ya…How best is the best I could? Apakah my best juga termasuk the best bagi orang lain? Atau the best menurut standard yang ada?

Sekarang saya kerja di Project Management dimana saya harus punya plan untuk setiap pekerjaan yang dilakukan. Gimana dong hubungannya dengan apa yang menimpa saya tadi?

Dalam Project Management, setiap pekerjaan selalu ada plan. Dan jamaknya plan, selalu ada masalah yang datang silih berganti yang perlu diatasi agar plan yang disiapkan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ada fallback plan, ada workaround , apapun istilahnya adalah kita harus siap jika apa yang kita plan kan tidak bisa jadi kenyataan atau terhambat, maka kita sudah punya jalan keluarnya.

It always a solution to whatever problem in our life. Itu kunci saya. Harus ada solusi nya. Hidup ini kan balance. Berbekal keyakinan itu lah saya mengarungi hidup yang tidak ramah ini….(masak sih gak ramah?)

Saya yakin setiap masalah ada solusinya. Sepahit pahit nya solusi adalah menerima dengan lapang dada apapun yang kita terima, tentu saja setelah berusaha The Best I Could.

Terus apakah saya masih suka buat Plan untuk hidup saya? Untuk pekerjaan jelas harus ada plan dan workaround atau juga fall back plan.

Untuk planning saya kedepan? Saya bikin plan secara umum saja. Gak mau terlalu detail.  Soalnya kebanyakan Plan saya yang detail gak pernah jadi kenyataan. Selalu saja yang lain yang terjadi, walaupun selama ini Alhamdulillah yang terjadi adalah lebih baik dari Plan saya.

Terus kalau yang terjadi sebaliknya? Misalnya gak sesuai keinginan dan kadang malah lebih jelek… …

Ah, tiba tiba saja suara mesra Norah Jones memanggil saya…

Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song
Come away with me on a bus
Come away where they can’t tempt us, with their lies
And I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won’t you try to come
Come away with me and we’ll kiss
On a mountaintop
Come away with me
And I’ll never stop loving you

 

 

Donny

Lulusan Teknik Mesin UI tahun 1991, berpengalaman dalam Piping Stress Analysis, dan sekarang Cerified Project Management Professional dari Project Management Institute, USA dan sedang bekerja di Saudi Aramco

Leave a Reply