Pipe Component

Sistim pemipaan tidak hanya terdiri dari pipa-pipa saja, tetapi sangat memerlukan adanya komponen lain seperti elbow, flanges, weldolet, threadolet, tee, reducer, dan komponen lainnya yang didunia piping dikenal dengan nama “Fittings”. Fittings terbuat dari material yang sama dengan meterial pipa dimana fttings tersebut akan disambungkan. Beberapa standard yang sering digunakan untuk pembuatan pipe fittings ini adalah sebagai berikut:

ASTM A234: adalah standard untuk fitting dari bahan Carbon Steel dan Alloy Steel untuk penggunaan pada temperatur sedang dan tinggi.

ASTM A420: ini adalah standard yang mengatur untuk fittings Carbon Steel dan Alloy Steel tapi untuk penggunaan pada temperatur rendah.

ASTM A403: adalah untuk fittings Stainless Steel. Berikut ini akan ditampilkan secara sekilas beberapa jenis fittings yang banyak digunakan pada sistim pemipaan, yaitu:

Elbow: adalah jenis fitting yang dipasangkan pada pipa pada saat pipa akan berobah arah perjalanannya. Misalnya pipa yang sedang menuju kearah barat, selanjutnya akan berbelok menuju arah selatan, maka diantara kedua pipa tersebut, dipasangkan “Elbow” sebagai penyambungnya.

Perubahan arah tersebut bisa dalam bentuk sudut 45o atau 90o. Elbows tersedia dalam dua tipe yaitu tipe Short Radius, yaitu tipe dimana jarak dari pusat elbow ke ujungnya (B) sama dengan NPS nya, dan tipe Long Radius, dimana jaraknya (A) adalah 1.5 kali NPS.

Umumnya diameter pipa pada sisi masuk akan sama dengan sisi keluar. Namun pada kasus tertentu, bisa saja terjadi perbedaan diameter tersebut, dan untuk itu komponen ini dinamakan dengan “Reducing Elbow”.

elbow

Gambar 1: 12 inch of 90 Deg  dan 45 Deg Elbow


Tee
: adalah sebuah komponen yang mempunyai tujuan untuk membagi aliran fluida dalam pipa menjadi dua arah atau sebaliknya menggabungkan dua aliran fluida menjadi satu didalam pipa selanjutnya.

Tipe tee yang paling umum adalah tee yang mempunyai ukuran diameter yang sama antara masuk (inlet) dan keluar (outlet) yang juga disebut dengan “ Equal Tee atau juga Straight Tee”.

Sedangkan jenis tee yang lainya adalah jika ukuran diameter antara Inlet dan Outlet berbeda, yang disebut juga dengan “Reducing Tee”.

tee

Gambar 2: Tee

Cap: adalah tipe komponen dari pipa yang berfungsi sebagai penutup akhir sebuah sistim pemipaan. Fungsinya  kurang lebih sama dengan plug.

cap

Gambar 3: Cap

 

Reducer: adalah komponen pipa yang mengalami pengurangan atau penambahan  diameter dari diameter kecil ke yang lebih besar atau sebaliknya, sesuai dengan persyaratann dari process engineering.

Ada dua jenis Reducer yang umum dikenal, yaitu tipe yang mempunyai perbedaan garis tengah (center line) antara pipa dengan reducer. Tipe ini disebut dengan Eccentric Reducer. Pola peletakanya bisa dua cara, yaitu Flat-Bottom, yaitu bagian ratanya berada dibawah, atau sebaliknya, bagian ratanya diatas yang disebut juga dengan Flat-Top.

Cara mana yang akan digunakan tergantung dari dimana Eccentric Reducer ini akan ditempatkan. Secara umum, Flat-Bottom Reducer biasanya ditempatkan di Piperack, sedangkan yang Flat-Top banyak diaplikasikan didekat nozzle pompa.

ered

Gambar 4: Eccentric Reducer

Adapun jeniss Reducer yang ke dua adalah Concentric Reducer. Jenis ini adalah reducer yang mempunyai garis tengah (center line) yang sama baik antara garis tengah pipa maupun garis tengah reducer.

Jenis ini bisa dipakai dimana saja, sesuai dengan keinginan Piping Designer, yang tentu saja sudah memperhitungkan aspek konstruksi dan persyaratan prosesnya.

cored

Gambar 5: Concentric Reducer

 

Olet: adalah suatu komponen yang banyak digunakan dalam percabangan dengan sudut 90 derajat terhadap pipa lurus maupun 45 derajat, tergantung penggunaan. Untuk posisi 90 dearhat, maka mempunyai fungsi yang sama dengan Tee.

Pemilihan apakah mau menggunakan TEE atau OLET sangatlah bergantung kepada applikasi nya, apakah untuk mengalirkan fluida bertekanan dan temperature tinggi, ber sifat Gas atau Cair, atau hanya untuk mengalirkan air bertekanan rendah saja.

Dalam prateknya, jika tersedia sambungan dalam bentuk Tee, maka disarankan untuk menggunakan Tee dari pada olet, terutama untuk aplikasi ber tekanan dan temperature yang tinggi. Rule of thumb nya adalah jika ukuran antara pipa utama dan pipa cabang adalah sama maka disarankan untuk menggunakan Tee.

Jika turun satu ukuran, tetap menggunakan Tee, baru jika beda dua ukuran, maka disarankan untuk menggunakan Olet.  Dalam hal proses penyambungannya, maka ada tiga type O-Let yaitu untuk But-Welded, Socket-Welded dan Threaded-Connection baik pada pipa lurus maupun pada elbow. Sedangkan dalam hal sudut penyambungan nya bisa menggunakan sudut 90 derajat maupun 45 derajat.olet

Gambar 6:OLET

 

Stub-In: Salah jenis komponen, kalua boleh disebut, adalah type sambungan yang dikenal dengan nama STUB-IN. Type ini semakin popular walau tetap dibatasi oleh temperature dan tekanan serta jenis lairan fluida didalam pipa.

Hal ini karena biaya yang lebih murah dibanding kan dengan TEE dan juga karena pemasangan yang mudah. Bisa dipasang tanpa plat penguat atau Reinforcing Pad maupun tanpa plat atau juga bisa dibilang pad.

Penambahan pad adalah untuk meningkatkan kekuatan pipa pada bagian yang dilobangin tersebut dengan menggunakan bahan logam yang sejenis dengan bahan pipa dan dibentuk sedemikian rupa untuk menyerupai kontur pipa dan kemudian di las.

stbin

Gambar 7: Stub in

Donny

Lulusan Teknik Mesin UI tahun 1991, berpengalaman dalam Piping Stress Analysis, dan sekarang Cerified Project Management Professional dari Project Management Institute, USA dan sedang bekerja di Saudi Aramco

Leave a Reply