Make a Change, Be Confident, Be Success,

Masih ingat pasti pepatah berikut ini: Tong kosong nyaring bunyinya,  diam itu emas, padi itu makin tua makin merunduk, dan satu lagi; Air beriak tanda tak dalam . Tanpa kita sadari pepatah atau juga peribahasa tersebut terpatri didalam hati dan pikiran kita, paling tidak saya yang merupakan produk jaman bahuela, sehingga mau tidak mau mempengaruhi sikap dan cara saya bertindak dalam kehidupan sehari hari.

Hal itu makin diperparah dengan sikap saya yang pemalu dan didukung oleh tatakrama dalam dunia timur (atau Sumatra Barat lebih tepatnya) yang mengedepankan raso pareso, tenggang manenggang dan santun ka nan tuo. Lengkap sudah penderitaan.

Ada rasa ingin berontak terhadap urusan tata krama seperti itu yang saya rasa mengekang keinginan untuk ber-ekspresi. Namun apalah daya, ingin hati memeluk gunung, tapi gunung nya kegedean, tak sampailah dia.

Waktu kuliah di Mesin UI, saya merasakan sekali kekurangan saya dalam hal ber-interaksi dengan anak anak Jakarta. Sehingga saya lebih banyak menyendiri. Untung saja saya bisa sikit lah main bola, sehingga diajak gabung main di Tim Mesin sampai akhirnya malah terpilih masuk ke tim Teknik UI dalam turnamen se fakultas di Universitas Indonesia.

Terusterang saja, kecemplung nya saya dalam tim bola sangat membantu proses saya untuk menjadi lebih terbuka melihat dunia dihadapan saya. Apalagi kemudian saya sempat jadi Ketua Karang Taruna di jalan Malabar, Jakarta. Hal itu semakin membuat diri saya tambah pede untuk ketemu orang, tampil bicara didalam sebuah meeting atau rapat pemuda se RW.

Dalam dunia bisnis global sekarang, kita tidak hanya dituntut untuk competent, pintar dalam bidang kita. Hanya pintar saja tidak akan membawa kita jadi sukses.

Untuk sukses, anda membutuhkan paling tidak:

  1. CONFIDENCE alias PEDE atau percaya diri
  2. COMMUNICATION skills: mampu berkomunikasi dengan effective

Terus gimana dong dengan peribahasa tadi yang sudah turun temurun dari ninik mamak kita?

Dibuang ya jangan. Namun, yang penting kita harus mengganti mind set kita dan keluar dari paradigma lama tadi.

Jadi, kalau tong kosong nyaring bunyinya, kita ganti jadi tong yang berisi dan nyaring pula bunyinya.

Kalau diam itu memang emas, tapi bicara yang baik dan bertaji adalah BERLIAN.

Nah gimana soal padi makin berisi makin merunduk? Ganti aja Padi yang makin berisi makin tegar dalam bersikap dan menghadapi tantangan.

So, let’s make some change in your perspective.

Pertama saya ke Amerika tahun 1995, Donny saat itu sudah beda dengan Donny saat SMA. Karena saya sudah berani bicara dengan bule, sudah berani berdiskusi dengan mereka, baik dalam diskusi kecil maupun meeting.

Juga ketika saya dikirim lagi ke London tahun 1997, confindence level saya semakin tinggi. Saya sudah berani meng-interupsi presenter ketika saya ingin menanya, tanpa harus sungkan dan menunggu dia selesai.

From there, I never look back and just move forward. I have changed to the better. To open minded as western people do, but yet I still maintain my so called EASTERN style.

Kombinasi dua hal tersebut, plus keyakinan dalam agama saya Islam, sangat membantu saya dalam mengembangkan karir saya hingga saat ini, where I can say I have lived my dream.

Menurut saya, orang yang paling sukses dalam hidupnya bukan lah yang paling pintar atau yang paling kuat, tapi adalah yang paling mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan perubahan, tanpa harus mengorban kan jati diri.

Terkahir, jangan pernah lupa berserah diri kepada Allah SWT, jika anda sudah bekerja dan berusaha dengan keras.

By doing that, your life will be much more interesting and more meaningful that you would ever imagined, Insha Allah.

Donny

Lulusan Teknik Mesin UI tahun 1991, berpengalaman dalam Piping Stress Analysis, dan sekarang Cerified Project Management Professional dari Project Management Institute, USA dan sedang bekerja di Saudi Aramco

Leave a Reply